Seperti bagian dari cita-cita, cinta ada didalamnya diri manusia. Setiap hidup manusia memiliki mimpi memiliki impian, meski impiannya berbeda-beda tetapi garis besarnya sama untuk memenuhi kebutuhan dirinya, kebahagian diri dan batinya yang membedakan hanyalah upanya manusianya untuk mengejar mimpi itu, ada yang hanya diam ditempat tanpa melangkah dengan mimpi,mimpinya dan menguburnya tanpa berani menolehnya, ada juga yang hanya terus menikmati mimpi-mimpinya dan tetap hanya menjadi mimpi tanpa ada langkah untuk meraihnya, dan terakhir manusia sebagai pemimpi, mimpinya itu sebagai motivasi hidupnya, dan berani bermimpi besar berusaha melangkah dan menggapainya apa yang ada impian.
Gapailah cita-citamu setinggi langit, cita-cita itu harus dicari, dikejar, harus dipaksakan, itu pernyataan banyak orang yang mengatakan. Bagaimana untuk cinta, bukan kah hal yang gaib ini merupakan bagian dari cita-cita.Cinta sama dengan halnya cita-cita hal gaib, tidak berujud tapi ada, dan tidak bisa dirabah tapi bisa dirasakan. Bisakah cinta itu digapai, dikejar, dipaksakan, seperti halnya impian mengejar cita-cita, tapi ini cinta soal hati. Hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar