Kamis, 19 September 2013

syair rindu



aku bagai sebuah pulau diantara barisan-barisan samudra luas, yang dihuni rerimbunan pohon dengan air-air mengalir damai dipermukaan dengan dihiasi batu-batuan hitam mengkilat dan berwarna-warni menancap mengubur sebagian dari tubuhnya, tanah berwarna coklat kesuburan terhampar bersama rerumputan muda yang menyuncup-nyuncup dipermukaan, mulai bersemian hijau mudah kekuningan. Burung-burung yang melayang-layang berlomba menembus cakrawala, dan yang lainnya menyiul-nyiul direrantingan.
hembusan angin mengugurkan daun yang menuah digantikan kuncup harum memuda. Sebuah melodi kehidupan indah yang sayang dibungkamkan bersama mereka, keluarga, sahabat-sabahat karib, bagian keindahan dari nyanyian-nyanyian burung yang menenangkan, bagian dari pohon-pohon hijau dan percikan air mengalir jernih yang meneduhkan hati yang dijauhi tempat penyandaran. Keluarga dan para sahabat jadikan kegaduhan yang melahir gelak tawa senyuman yang menghibur lara, mengisi kehampaan, dan menenangkan debar-debar jantung yang memompah darah dengan kecepatan tidak pada biasanya. Pertemuan bersamanya sementara jadi obat dari laraku dan tatapannya yang sementara untukku mengobati rindu yang tak pernah terbalas.
kesendirian adalah sebuah lagu tenang sanduh yang menyayat-nyayat jiwa. aku merindukan belayan dan suara bidadari dunia yang menjadi kebagaan dijiwa yang akan bersuara lembut dan akan selalu terdengar saat mata tak tersadarkan hingga tersadarkan kembali kedunia. kesendirianku merindukan cinta mereka yang merasakan, seperti mereka yang bercinta. sebuah kemunafikan yang keluar jadi pembelaan untuk menutupi sebuah kenyataan. hanya mulut yang berbicara tidak, dan hatinya menjerit-jerit tak bisa bernafas, tersesak-sesak dalam rindunya malam.     

Senin, 16 September 2013

MAHAMERU dan SAHABATku




Percikan api hangatkan yang membeku
Hembusan angin lembah lahirkan kedamaian
Kabut hitam kelabu hiasi pandangan
Dingin bagai semut merayap-rayap sekujur tubuh
Seduhan yang hangat terasa segarkan dahaga
tidurkan rambut-rambut kulit yang tegap berbarisan
sejenak lupakan perjalan dan hilangkan lelah
Ranupane membuka gerbang sebuah persahabatan
Runokumbolo jadikan surga mahameru
menyambut hamparan mata air bening luas membentang
menghadirkan sebagian karya tuhan tentang sebuah keindahan
mahameru berikan semangatmu
mahameru lepaskan lelahku
mahameru dan sahabatku
tafsirkan perjalanan dunia

Rabu, 04 September 2013

Semeru Sagarada

Lanjut.......

Tak hanya bahu yang menahan beban, kaki-kaki melangkah naik turun jadi pertahanan, desahan udara yang keluar masuk dari mulut dan hidung mengiringi langkah.Cerita kami dimulai tanggal 27 agustus 2013, pendakian semeru sagarada alias semangat garuda membara didada,haha. pendakian kali ini karena opsesi kawan-kawan terhadap film 5 cmyang lagi membuming yang menceritakan tentang persahabat dan cintanya pemuda terhadap indahnya negara ini. Pendakian mahameru telah kami siapkan satu bulan yang lalu, pertama kami agendakan pendakian ini, banyak kawan-kawan kami berantusias mau ikut pendakian semeru hingga 15 orang banyaknya, tetapi akhir-akhir mendekati hari jadinya, kawan-kawan mulai berguguran karena alasan yang beragam dan kesibukannya sendiri.
Tomi ketua panitia ekspedisi ini, selama sebulan yang lalu dia yang selama ini sibuk mempersiapkan segalanya mulai mengumpulkan kawan-kawan yang jadi ikut pendakian, dan mengumpulkan dana, menarik iuran tiap-tiap kawan yang ikut. Mendekati hari pendakian tanggal 27, kawan-kawan mendapatkan masalah mulai dari dana yang kurang dan angkutan pemberangkatan yang tidak jelas.

bersambung lagi.....    

Semeru Sagarada


Semeru Sagarada
Baru seminggu yang lalu aku, mereka  kawan-kawan bersebelas melangkah dengan kaki-kaki mereka, menembus hutan rimbah, menantang dinginnya kabut alam bebas.  

bersambung brow......

bismillah

1. Dengan nama ALLAH yang maha pengasih maha penyanyang.
2. Segala puji bagi ALLAH tuhan seluruh alam.
3. Yang maha pengasih, maha penyayang.
4. Pemilik hari pembalasan.
5. Hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada engkau kami mohon pertolongan.
6. Tunjuki kami jalan yang lurus.
7. Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat

Keluarga Kecil



Perkenalan 1

Keluarga ini tidak disatukan dalam suatu darah besar,  tidak ada hubungan silsila kekerabatan diantara kita. Persaudara ini ada karena kami selalu tertawa bersama,liburan bersama. Tiada satu malampun kita liwati bersama saat ini tepatnya bulan puasa 2013, ketika aktivitas kita sebagai pelajar sudah istirahat dan menandakan sebuah liburan dan identik dengan silaturahmi dengan sahabat lama. Dari tanah rantauan masing-masing kami dikembalikan pada suatu daerah kecil , awal sebuah tulisan kami rangkai dengan penuh warna, penuh cerita menurut kami.
                Sebutannya  anak anak arisan, karena selalu seringnya kami berkumpul seperti orang-orang mengadakan arisan, sehingga kawan-kawan memanggil gerombolan ini dengan sebutan arisan,dan kami tidak mengatas namakan sebuah geng, karena kami lebih pantas disebut sebuah kelas karena anggotanya kawan-kawan kami lebih dari 5 atau 10 orang, lebih tepatnya kita mengkoordinir angkatan lulusan kita  tahun 2011 itu kira-kira 300 orang banyaknya. Kelas ini mengambil jam malam,seperti anak kulia saja, hehe, karena kita selalu ngumpul terlarut malam,  diatas  jam 9  malam tepatnya, tapi kita bukan pemuda yang  hobi keluyuran malam-malam, nongkrong dipinggir jalan,  balapan motor, seperti kaum muda saat ini. Dan kami punya sendiri alasan masing-masing kenapa kami ngumpul diatas jam 9 malam, maklum kawan-kawan  kami semuanya orang-orang sibuk jadinya waktunya harus dibagi-bagi. Malam demi malam kami dikumpulkan disebuah istana kecil yang indah, hening , dan yang tak begitu luas, namanya juga istana kecil,hahaha, dan terkadang suara jankrik dan kodok menyambut kami menambah indahnya kebersaman, maklum istana ini sungguh mewah atau boleh dibilang istana  mepet sawah,hahaaha, ini cerita yang indah, itu semua cukup untuk kami bersepuluh duduk bersama, terkadang lebih sampai limabelas kepala yang berada diistana ini, pokoknya nyaman  buat kami untuk berdebat, berdiskusi,dan  tertawa. Pastinya malam-malam yang  kami lewati  selalu  ditemani dengan sebuah seduhan hitam manis yang nikmat, menambah gairah dan menghangatkan malam-malam kami, kopi hitam dan beberapa camilan hasil patungan kami.  Ini tugas tuan rumah, Namanya saja tuan rumah, ya melayani tamu, jadinya tiap malam tuan rumah  melayani kami berbanyak kawan-kawan menyedikan seduhan wedang kopi untuk kami,  sampai-sampai karena terlalu seringnya mengadakan acara ngopi bareng  terkadang nyonya pemilik istananya mengeluh karena kehabisan gula untuk membuat seteko kopi,hahaha,     
                Kami bukan hanya sebagai teman, kami lebih dari teman,dan boleh dibilang lebih dari sebuah keluarga saat ini yang kami rasakan. Mulai saja perkenalan kita, mulai dari seorang pemuda dengan begitu banyak teman, pergaulan yang begitu luas, mulai dari orang kurang baik hinggga orang baik, mulai dari orang yang jalannya miring sampai orang yang jalannya lurus bergaul dengannya. Ini dia ‘’fajar‘’  panggilannya, meski banyak bergaul dengan banyak kalangan  tapi dia tidak menghilangkan jati dirinya sebagai seorang fajar, pemuda dengan semangat meledak-ledak, wawasan yang luas tentang nasionalisme dan Alhamdulillahnya dia masih berjalan dijalan yang benar. fajar orang penting dan teramat penting  dikelurga kecil ini, mungkin tanpanya kita takkan tulis cerita ini,indahnya kebersamaan,hangatnya sebuah kebahagiaan. Pemuda dengan 1000 kepastian  atau bahasa kerenya boleh dibilang sedikit sotoy, hahahaha.  Tugasnya sungguh sangat fital disini, kalau kelas ini diibaratkan sebuah manusia, dia adalah mulutnya yaitu memberi sebuah isyarat  kabar, menyebarkan informasi mengumpulkan para sahabat. Dijajaran kami dia disebut menteri luar negeri kita, bertubuh atletis, dan tinggi, dan ciri khasnya adalah selalu teramat sering untuk  panic, menggempar gemparkan suasana, melebih-lebihkan pembicaraan ‘’ fajar hidayanto’’ lengkapnya. 

bersambung............!

Selasa, 03 September 2013

Bocah Semeru



        
Bocah Semeru

langkah lelah dengan pundak yang berbeban
menahan nafas ter engah-engah naik turun
berjalan bagai tak berujung selimuti keindahan
suara kawan yang membakar semangat
    Menggetarkan sebuah tujuan
Bocah-bocah ini yang berjalan tanpa beban didepan
Bocah-bocah ini yang menembus udara membeku sepanjang langkah
Bocah-bocah ini yang membangun persaudaran dibawah bintang-bintang
Ranukumbolo yang jadikan lukisan begitu indah
Cemoro kandang yang jadikan kebersamaan begitu hangat
Kalimati yang jadikan tenda begitu damai
Puncak abadi para dewa yang mengartikan sebuah langkah
Bocah-bocah ini yang selalu ingin jadi yang terdepan
Bocah-bocah ini yang selalu ingin jadi yang sempurna
Bocah-bocah ini yang selalu ingin bersahabat bersama 
                                                                              

Pandangan dua


Pandang dua
saat raga memisahkan jiwa yang menghadirkan perjalanan malam
saat  wewangian merebak harumkan wilayah-wilayah jiwa
saat nada-nada mendengung diruang hati anak adam
saat sekilas pandang menyampaikan keanggunan
hari yang berlalu mengungkapkan kesadaran yang digoreskan waktu
menjadikan mata jernih melihat kenikmatan dunia dan menghadirkan misteri
benih ditaburkan dewi cinta dari tempat yang agung
tangan-tangannya melambai menabur diladang hati, perasaan memeliharanya   
hingga membawahnya kejiwa kehidupan
pandangan pertama kekakasih adalah seperti roh yang mengalir dipermukaan air
pandangan dari sahabat yang akhirnya menggemakan kata-kata tuhan
(jadilah maka jadilah) engkau melebur
                                                                                       

Anugerah


Anugerah

Lama sudah meninggalkan suratannya, dengan diiringi bisikan-bisikan jiwa yang membatin,
Perkenalan panjang  menyadarkan dan membangunkannya,dengan diseminya tunas keci-kecil indah diujung perjalanan,
Baru semenit menit yang lalu waktu melahirkan desakan jiwa dengan sebuah anugerah yang baru,
Dihitam mataku, kau baru saja memekar mangkotamu dengan menbuka dan indah
 Sebuah nyanyian larut diheningnya malam
debar-debar rasa yang tak mampu diisyaratkan dengan kata-kata