Pandang dua
saat
raga memisahkan jiwa yang menghadirkan perjalanan malam
saat wewangian merebak harumkan wilayah-wilayah
jiwa
saat
nada-nada mendengung diruang hati anak adam
saat
sekilas pandang menyampaikan keanggunan
hari
yang berlalu mengungkapkan kesadaran yang digoreskan waktu
menjadikan
mata jernih melihat kenikmatan dunia dan menghadirkan misteri
benih
ditaburkan dewi cinta dari tempat yang agung
tangan-tangannya
melambai menabur diladang hati, perasaan memeliharanya
hingga
membawahnya kejiwa kehidupan
pandangan
pertama kekakasih adalah seperti roh yang mengalir dipermukaan air
pandangan
dari sahabat yang akhirnya menggemakan kata-kata tuhan
(jadilah
maka jadilah) engkau melebur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar