Selasa, 03 September 2013

Pandangan dua


Pandang dua
saat raga memisahkan jiwa yang menghadirkan perjalanan malam
saat  wewangian merebak harumkan wilayah-wilayah jiwa
saat nada-nada mendengung diruang hati anak adam
saat sekilas pandang menyampaikan keanggunan
hari yang berlalu mengungkapkan kesadaran yang digoreskan waktu
menjadikan mata jernih melihat kenikmatan dunia dan menghadirkan misteri
benih ditaburkan dewi cinta dari tempat yang agung
tangan-tangannya melambai menabur diladang hati, perasaan memeliharanya   
hingga membawahnya kejiwa kehidupan
pandangan pertama kekakasih adalah seperti roh yang mengalir dipermukaan air
pandangan dari sahabat yang akhirnya menggemakan kata-kata tuhan
(jadilah maka jadilah) engkau melebur
                                                                                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar