Perkenalan 1
Keluarga ini tidak disatukan
dalam suatu darah besar, tidak ada
hubungan silsila kekerabatan diantara kita. Persaudara ini ada karena kami selalu
tertawa bersama,liburan bersama. Tiada satu malampun kita liwati bersama saat
ini tepatnya bulan puasa 2013, ketika aktivitas kita sebagai pelajar sudah
istirahat dan menandakan sebuah liburan dan identik dengan silaturahmi dengan
sahabat lama. Dari tanah rantauan masing-masing kami dikembalikan pada suatu
daerah kecil , awal sebuah tulisan kami rangkai dengan penuh warna, penuh
cerita menurut kami.
Sebutannya
anak anak arisan, karena selalu
seringnya kami berkumpul seperti orang-orang mengadakan arisan, sehingga
kawan-kawan memanggil gerombolan ini dengan sebutan arisan,dan kami tidak
mengatas namakan sebuah geng, karena kami lebih pantas disebut sebuah kelas
karena anggotanya kawan-kawan kami lebih dari 5 atau 10 orang, lebih tepatnya
kita mengkoordinir angkatan lulusan kita
tahun 2011 itu kira-kira 300 orang banyaknya. Kelas ini mengambil jam
malam,seperti anak kulia saja, hehe, karena kita selalu ngumpul terlarut malam, diatas
jam 9 malam tepatnya, tapi kita
bukan pemuda yang hobi keluyuran
malam-malam, nongkrong dipinggir jalan,
balapan motor, seperti kaum muda saat ini. Dan kami punya sendiri alasan
masing-masing kenapa kami ngumpul diatas jam 9 malam, maklum kawan-kawan kami semuanya orang-orang sibuk jadinya
waktunya harus dibagi-bagi. Malam demi malam kami dikumpulkan disebuah istana kecil
yang indah, hening , dan yang tak begitu luas, namanya juga istana kecil,hahaha,
dan terkadang suara jankrik dan kodok menyambut kami menambah indahnya
kebersaman, maklum istana ini sungguh mewah atau boleh dibilang istana mepet sawah,hahaaha, ini cerita yang indah,
itu semua cukup untuk kami bersepuluh duduk bersama, terkadang lebih sampai
limabelas kepala yang berada diistana ini, pokoknya nyaman buat kami untuk berdebat, berdiskusi,dan tertawa. Pastinya malam-malam yang kami lewati selalu ditemani dengan sebuah seduhan hitam manis
yang nikmat, menambah gairah dan menghangatkan malam-malam kami, kopi hitam dan
beberapa camilan hasil patungan kami.
Ini tugas tuan rumah, Namanya saja tuan rumah, ya melayani tamu, jadinya
tiap malam tuan rumah melayani kami berbanyak
kawan-kawan menyedikan seduhan wedang kopi untuk kami, sampai-sampai karena terlalu seringnya
mengadakan acara ngopi bareng terkadang
nyonya pemilik istananya mengeluh karena kehabisan gula untuk membuat seteko
kopi,hahaha,
Kami
bukan hanya sebagai teman, kami lebih dari teman,dan boleh dibilang lebih dari
sebuah keluarga saat ini yang kami rasakan. Mulai saja perkenalan kita, mulai
dari seorang pemuda dengan begitu banyak teman, pergaulan yang begitu luas,
mulai dari orang kurang baik hinggga orang baik, mulai dari orang yang jalannya
miring sampai orang yang jalannya lurus bergaul dengannya. Ini dia ‘’fajar‘’ panggilannya, meski banyak bergaul dengan
banyak kalangan tapi dia tidak
menghilangkan jati dirinya sebagai seorang fajar, pemuda dengan semangat meledak-ledak,
wawasan yang luas tentang nasionalisme dan Alhamdulillahnya dia masih berjalan
dijalan yang benar. fajar orang penting dan teramat penting dikelurga kecil ini, mungkin tanpanya kita
takkan tulis cerita ini,indahnya kebersamaan,hangatnya sebuah kebahagiaan.
Pemuda dengan 1000 kepastian atau bahasa
kerenya boleh dibilang sedikit sotoy, hahahaha. Tugasnya sungguh sangat fital disini, kalau
kelas ini diibaratkan sebuah manusia, dia adalah mulutnya yaitu memberi sebuah
isyarat kabar, menyebarkan informasi
mengumpulkan para sahabat. Dijajaran kami dia disebut menteri luar negeri kita,
bertubuh atletis, dan tinggi, dan ciri khasnya adalah selalu teramat sering
untuk panic, menggempar gemparkan
suasana, melebih-lebihkan pembicaraan ‘’ fajar hidayanto’’ lengkapnya.
bersambung............!
hahahahahahaha apa-apaan cup, nama saya km cantum2kan, eh ada royaltinya itu hahahaha
BalasHapus