Rabu, 04 September 2013

Keluarga Kecil



Perkenalan 1

Keluarga ini tidak disatukan dalam suatu darah besar,  tidak ada hubungan silsila kekerabatan diantara kita. Persaudara ini ada karena kami selalu tertawa bersama,liburan bersama. Tiada satu malampun kita liwati bersama saat ini tepatnya bulan puasa 2013, ketika aktivitas kita sebagai pelajar sudah istirahat dan menandakan sebuah liburan dan identik dengan silaturahmi dengan sahabat lama. Dari tanah rantauan masing-masing kami dikembalikan pada suatu daerah kecil , awal sebuah tulisan kami rangkai dengan penuh warna, penuh cerita menurut kami.
                Sebutannya  anak anak arisan, karena selalu seringnya kami berkumpul seperti orang-orang mengadakan arisan, sehingga kawan-kawan memanggil gerombolan ini dengan sebutan arisan,dan kami tidak mengatas namakan sebuah geng, karena kami lebih pantas disebut sebuah kelas karena anggotanya kawan-kawan kami lebih dari 5 atau 10 orang, lebih tepatnya kita mengkoordinir angkatan lulusan kita  tahun 2011 itu kira-kira 300 orang banyaknya. Kelas ini mengambil jam malam,seperti anak kulia saja, hehe, karena kita selalu ngumpul terlarut malam,  diatas  jam 9  malam tepatnya, tapi kita bukan pemuda yang  hobi keluyuran malam-malam, nongkrong dipinggir jalan,  balapan motor, seperti kaum muda saat ini. Dan kami punya sendiri alasan masing-masing kenapa kami ngumpul diatas jam 9 malam, maklum kawan-kawan  kami semuanya orang-orang sibuk jadinya waktunya harus dibagi-bagi. Malam demi malam kami dikumpulkan disebuah istana kecil yang indah, hening , dan yang tak begitu luas, namanya juga istana kecil,hahaha, dan terkadang suara jankrik dan kodok menyambut kami menambah indahnya kebersaman, maklum istana ini sungguh mewah atau boleh dibilang istana  mepet sawah,hahaaha, ini cerita yang indah, itu semua cukup untuk kami bersepuluh duduk bersama, terkadang lebih sampai limabelas kepala yang berada diistana ini, pokoknya nyaman  buat kami untuk berdebat, berdiskusi,dan  tertawa. Pastinya malam-malam yang  kami lewati  selalu  ditemani dengan sebuah seduhan hitam manis yang nikmat, menambah gairah dan menghangatkan malam-malam kami, kopi hitam dan beberapa camilan hasil patungan kami.  Ini tugas tuan rumah, Namanya saja tuan rumah, ya melayani tamu, jadinya tiap malam tuan rumah  melayani kami berbanyak kawan-kawan menyedikan seduhan wedang kopi untuk kami,  sampai-sampai karena terlalu seringnya mengadakan acara ngopi bareng  terkadang nyonya pemilik istananya mengeluh karena kehabisan gula untuk membuat seteko kopi,hahaha,     
                Kami bukan hanya sebagai teman, kami lebih dari teman,dan boleh dibilang lebih dari sebuah keluarga saat ini yang kami rasakan. Mulai saja perkenalan kita, mulai dari seorang pemuda dengan begitu banyak teman, pergaulan yang begitu luas, mulai dari orang kurang baik hinggga orang baik, mulai dari orang yang jalannya miring sampai orang yang jalannya lurus bergaul dengannya. Ini dia ‘’fajar‘’  panggilannya, meski banyak bergaul dengan banyak kalangan  tapi dia tidak menghilangkan jati dirinya sebagai seorang fajar, pemuda dengan semangat meledak-ledak, wawasan yang luas tentang nasionalisme dan Alhamdulillahnya dia masih berjalan dijalan yang benar. fajar orang penting dan teramat penting  dikelurga kecil ini, mungkin tanpanya kita takkan tulis cerita ini,indahnya kebersamaan,hangatnya sebuah kebahagiaan. Pemuda dengan 1000 kepastian  atau bahasa kerenya boleh dibilang sedikit sotoy, hahahaha.  Tugasnya sungguh sangat fital disini, kalau kelas ini diibaratkan sebuah manusia, dia adalah mulutnya yaitu memberi sebuah isyarat  kabar, menyebarkan informasi mengumpulkan para sahabat. Dijajaran kami dia disebut menteri luar negeri kita, bertubuh atletis, dan tinggi, dan ciri khasnya adalah selalu teramat sering untuk  panic, menggempar gemparkan suasana, melebih-lebihkan pembicaraan ‘’ fajar hidayanto’’ lengkapnya. 

bersambung............!

1 komentar:

  1. hahahahahahaha apa-apaan cup, nama saya km cantum2kan, eh ada royaltinya itu hahahaha

    BalasHapus