Mata tak berkedip melihat
Mulut berteriak selaras hati yang gunda
Tangan dingin tergenggam
Terlalu sering bersorak dengan hinaan
dan terkadang terlalu jarang dengan pujian
Melihat demi terlihat bangga
Padahal sorot mata dengan tanpa keyakinan
Mulut berteriak demi terlihat bangga
Padahal berteriak dengan kekecewaan
Hati berdoa demi sebuah kemenangan
Padahal bergetar dengan akhirnya sudah biasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar